Breaking News

6/breakingnews/random

Bencana Longsor di Nganjuk, 5 Warga dinyatakan hilang tertimbun tanah longsor

No comments
Sebuah Video yang viral dimedia sosial facebook menginformasikan Terjadi bencana tanah longsor di Dusun Dolopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, pada minggu, 9 April 2017.

Dalam Video berdurasi 56 detik yang diunggah oleh Fanpage Nganjuk Kota Angin memperlihatkan sebuah tanah longsor yang sangat mengerikan.
Bahkan warga yang berada ditempat tinggi dan berhasil merekam kejadian mengerikan tersebut seua berteriak histeris , apalagi mereka yang  dengan mata kepala mereka sendiri menyaksikan seorang anak dan orangtua hilang begitu saja ditelan oleh tanah yang longsor tersebut.

Berikut Videonya:

Hingga kabar ini diturunkan ,Dikabarkan sementara ada Lima warga yang tertimbun dalam tanah Longsor tersebut.

Tim SAR belum mengetahui kondisi lima korban tersebut, apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia.

Lokasi longsor yang terjadi pukul 14.00 WIB itu  berada di kawasan lereng Gunung Wilis.
Areal longsor mencapai tiga hektare. Areal tersebut merupakan perkebunan cengkeh dan mangga milik warga Desa Kepel. “Kami pastikan dulu kondisi para korban yang tertimbun,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nganjuk Soekonjono.
[ads-post]
Data sementara yang dihimpun  BPBD, terdapat lima penduduk yang tertimbun material longsor. Mereka adalah Khodri, 15 tahun seorang pelajar; Doni, 23 tahun, pekerja swasta; Dwi, 17 tahun, pelajar; dan Bayu, 14 tahun, pelajar.  Keempatnya adalah warga Desa Sumber Bendo, Kecamatan Ngetos. Sedangkan korban lainnya adalah Paidi, 55 tahun warga Dusun Janti, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos.

Menurut Soekonjono  bencana longsor itu sebenarnya sudah diprediksi akan terjadi oleh BPDB setempat. Selain tergolong labil dengan intensitas hujan yang deras, longsor sudah terjadi sejak tiga hari lalu. “Kami sudah melarang warga berada di lokasi karena diprediksi akan terjadi longsor,” katanya.

Menurut dia, material longsor menimpa badan sungai dengan ketinggian 10 meter hingga membentuk bendungan. Ini lantaran aliran air sungai terhalang oleh longsor dan memicu ketinggian debit air. Jika upaya membuka aliran sungai tak segera dilakukan, dikhawatirkan terjadi banjir bandang di sekitar sungai.

Hingga kini petugas belum bisa memastikan kondisi warga yang tertimbun. Sulitnya medan bencana di lereng Gunung Wilis menjadi halangan tersendiri bagi petugas evakuasi. Diperkirakan luas areal yang berpotensi dan rawan longsor di lokasi itu mencapai tujuh hektare.

HARI TRI WASONO|Tempo.co

No comments

Post a Comment

Hubungi Kami

Name

Email *

Message *