Halloween party ideas 2015

4/02/2017 07:29:00 PM
Sabtu, 1 april 2017 dengan menghitung mundur dari angka 10, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selaku Komandan Satgas 115 memulai proses peledakan 81 kapal asing di 12 lokasi di Indonesia sekaligus.

Penenggelaman 81 kapal berbendera asing tersebut dikomandoi oleh Menteri Susi melalui video conference dan live streaming dari Desa Morela, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon.

Masing-masing lokasi penenggelaman, yaitu di:
  1. Pos Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Aceh (tiga kapal),
  2. Stasiun PSDKP (tujuh kapal),
  3. Satker PSDKP Tarempa (10 kapal),
  4. Satker PSDKP Natuna yang dilaksanakan oleh Lanal Ranai (29 kapal),
  5. Satker PSDKP Tarakan yang dilakukan oleh Polair setempat (enam kapal),
  6. Polair Polda Bali (satu kapal),
  7. Pangkalan PSDKP Bitung (sembilan kapal),
  8. Lanal Ternate (empat kapal),
  9. Satker PSDKP Merauke (satu kapal),
  10. Lantamal XIV Sorong (satu kapal),
  11. Satker PSDKP Pontianak (delapan kapal), dan
  12. Morela yang dilaksanakanoleh Lantamal IX Ambon (dua kapal).

Menteri Susi sendiri memimpin peledakan dan penenggelaman dari Satker PSDKP Merauke, Sorong, Ambon, dan seterusnya, Sabtu (1/4/2017) sekitar pukul 11.15WIT.

"Saya akan menghitung mundur dari 10, kemudian silakan saudara ledakkan kapal-kapal itu," kata Menteri Susi memberikan aba-aba kepada Satker PSDKP Merauke.

Penenggelaman dilakukan secara berurutan mulai pukul 10.00 WIB atau 11.00 WITA atau 12.00 WIT sesuai urutan yang telah ditentukan. Aksi penenggelaman itu juga menggunakan bahan peledak yang sudah diukur kekuatannya.

Kapal-kapal itu merupakan hasil tangkapan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal atau Satgas 115 dan aparat lainnya di perairan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

"Kami (KKP) dibantu TNI dan Polri melakukan penenggelaman di dua belas lokasi, yaitu Aceh, Pontianak, Bali, Sorong, Merauke, Belawan, Tarempa, Natuna, Tarakan, Bitung, Ternate, dan Ambon," ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dikutip dari siaran pers resmi.

Dari 81 kapal ikan pelaku pencurian ikan yang ditenggelamkan, hanya enam kapal yang berbendera Indonesia, sedangkan 75 kapal lainnya berbendera asing, yakni Vietnam sebanyak 46 kapal,Filipina 18 kapal, dan Malaysia 11 kapal.

"Kami sudah perhitungkan agar ini (peledakan) tidak mengganggu lingkungan hidup, kawasan konservasi laut, dan juga keamanannavigasi laut kita," kata Susi.

 Menteri Susi juga mengungkapkan, sebelumnya, KKP telah memberikan notifikasi kepada negara-negara asal kapal yang akan ditenggelamkan.

"Kita tentu sudah beri notice kepada negara-negara yang kapalnya mencuri ikan kita ini. Kita perlihatkan bahwa kita serius. Kita tenggelamkan agar mereka jera dan tidak mencuri ikan kitalagi," ujar Susi.

Kapal-kapal tersebut ditangkap saat melakukan tindak pidana perikanan dan lainnya terkait perikanan oleh berbagai unsur Satgas 115, seperti TNI AL, Polair Baharkam, Badan KeamananLaut (Bakamla), dan PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan.
[ads-post]
Kapal berbendera asing ditangkap saat melakukan pencurian ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPPRI) tanpa dokumen perizinan yang sah, didakwa dengan Pasal 93 ayat dua jo, Pasal 27 ayat dua jo dan Pasal 102 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 dan Nomor 45 Tahun 2009 tentangPerikanan.

Selain itu, mereka dituntut karena menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang dan merusak lingkungan, karena melanggar Pasal 85 jo dan Pasal sembilan Undang-Undang Perikanan.

Sedangkan untuk kapal-kapal berbendera Indonesia tanpa dokumen perizinan yang sah, didakwa melanggar Pasal 93 ayat satu jo, dan Pasal 27 ayat satu Undang-Undang Nomor 31 Tahun2004 dan Nomor 45 Tahun 2009.

Berdasarkan data rekapitulasi penangkapan kapal pelaku pencurian ikan di WPPRI sejak Oktober 2014 hingga April 2017, setidaknya  ada 317 buah kapal yang telah ditenggelamkan, yakni kapal dari Vietnam (142 kapal), Filipina (76 kapal), Thailand (21 kapal),Malaysia (49 kapal), Indonesia (21 kapal), Papua Nugini (dua kapal), Tiongkok (satu kapal), Belize (satu kapal), tanpa negara(empat kapal).

Satu kapal berdasarkan putusan inkrah dirampas untuk negara, yakni KM Sino 36 berbobot 268 GT berbendera Indonesia akan dijadikan sebagai monumen yang menggambarkan usaha Indonesia dalam memberantas illegal, unreported, and unregulated fishing (IUUF)
Source : Tribun Medan

Post a Comment

recentpost
Powered by Blogger.