Tasiklamaya digunjang Gempa Bumi berkekuatan 5,4 skala richter

Gempa berkekuatan 5,4 skala Richter mengguncang Tasikmalaya dan sekitarnya, pada hari Senin ,24 April 2017 .
Akibat gempa tersebut membuat warga Tasikmalaya wilayah selatan panik.
Nelayan tak melaut karena cemas gempa yang berpusat di 58 km Barat daya Kabupaten Tasikmalaya dengan kedalaman 63 km akan berimbas pada bencana tsunami.

 Dikuti dari Pikiran-rakyat.com, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Tasikmalaya ,Dedi Mulyadi menceritakan, setelah gempa terjadi, warga di kampung nelayan langsung berhamburan meninggalkan rumah mereka.
Para nelayan kemudian bergegas menuju pantai untuk melibat debit air laut.

 "Setelah gempa kami ramai-ramai datang ke pantai. Saat dicek ternyata airnya normal, dan info dari BMKG tidak berpotensi tsunami. Kalau kekuatannya 8 lebih mungkin bisa saja tsunami," kata Dedi saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Senin, 24 April 2017.

 Meskipun tidak berpotensi tsunami, menurut Dedi, hampir sebagian nelayan memutuskan untuk tidak melaut. Hal itu terjadi karena air laut mengalami pasang pasca gempa.
[ads-post]
"Ya ada yang memaksakan, tetapi pagi ini sudah kembali. Sebelum gempa mungkin hanya 1,3 feet, tetapi setelah gempa jadi 2 sampai 3 feet. Saya juga tidak turun karena takut pasang tiba-tiba," kata Dedi.

 Akibat gempa tersebut, Dedi juga mengaku belum menerima laporan kerusakan dari masyarakat. Saat ini, masyarakat kembali beraktifitas seperti biasanya.

 Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya EZ Alfian saat dikonfirmasi menyebutkan sejumlah rumah di kawasan zona merah dilaporkan mengalami kerusakan. Saat ini, tim BPBD Kabupaten Tasikmalaya sedang melakukan verifikasi terkait jumlah dan titik yang mengalami kerusakan akibat goncangan gempa semalam.

 "Laporan sementara hingga pukul 08.00, ada sekitar 4 rumah yang mengalami rusak. Menurut laporan kondisinya rusak ringan, hanya dinding rumah terkelupas, dan lantainya retak. Selain itu ada juga dua rumah rusak di Desa Puspamukti Kecamatan Cigalontang," ucap Alfian.

 Menurut Alfian, BPBD Kabupaten Tasikmalaya belum dapat memberikan keterangan secara detil terkait dampak gempa karena belum mendapatkan laporan langsung dari tim lapangan. BPBD Kabupaten Tasikmalaya sudah menyiapkan persiapan logistik dan bantuan kedaruratan jika memang ada warga yang membutuhkan bantuan pasca gempa.

  "Informasi resminya mungkin siang atau sore, karena laporannya belum terkumpul semua. Untuk sementara ini belum ada laporan korban jiwa," kata Alfian.

 Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mochammad Riyadi dalam rilis yang diterima "PR" menyebutkan berdasarkan hasil analisis peta tingkst guncangan, dampak gempa bumi di Tasikmalaya menimbulkan guncangan di sejumakh daerah yakni di Tasikmalaya, Sumedang, Banjar, Pangandaran, Kabupaten. Bandung, dan Garut.

 Penyebab gempa bumi tersebut adalah aktivitas subduksi lempeng Indonesia-Australia ke bawah Lempeng Eurasaia dengan laju 61 mm/tahun dan menyebabkan deformasi atau patahan batuan di zona Benioff pada kedalaman 63 km.

  "Gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman menengah dan tidak membahayakan. Walaupun gempa ini memeiliki mekanisme sumber dengan pergerakan naik dan berpusat di laut, tetapi tidak berpotensi tsunami," kata Riyadi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel